Sunday, November 15, 2015

Tak Satu pun Wakil Indonesia di Final Kejuaraan Dunia Junior Perorangan

Sumber: PBSI
Peru menjadi catatan buruk bagi torehan prestasi bulutangkis junior kita. Dari tiga pemain yang berhasil lolos ke babak perempat final, 2 di antaranya kandas. Termasuk unggulan pertama Tunggal Putra kita Firman Abdul Kholik, yang di luar dugaan kalah telak dari pemain Thailand, Adulrach Namkul, dengan skor 15-21, 7-21 dalam waktu 38 menit saja.

Selain Firman, wakil kita di sektor Ganda Putri, Marsheilla Gischa Islami/Rahmadhani Hasiyanti Putri, yang merupakan unggulan ke-5 dalam kejuaraan ini harus mengakui keunggulan pasangan Taiwan unggulan ke-16, Wan Ting Chen/Chia Hsin Lee setelah bermain rubber game dengan skor akhir 16-21, 21-17, 16-21.

Sehingga wakil satu-satunya Indonesia yang tersisa di Semifinal kejuaraan dunia junior perorangan ini adalah Fachriza Abimanyu/Apriani Rahayu dari sektor ganda campuran. Fachriza Abimanyu/Apriani Rahayu melaju ke babak semifinal setelah berhasil menaklukkan ganda Spanyol, Alejo Javier Ibeas/Miren Josebe Azcue, dalam waktu 21 menit dengan skor akhir 21-9, 21-7.

Di babak Semifinal, Fachriza/Apriani ditantang ganda China unggulan ke-8, He Jiting/Du Yue, yang melangkah ke Semifinal setelah mengandaskan perlawanan rekan senegaranya, Fan Qiuyue/Chen Lu. 
Sayang, walaupun status Fachriza/Apriani dalam kejuaraan ini adalah unggulan ke-5, namun ganda China ini terlalu perkasa dan mudah saja mengalahkan Fachriza/Apriani dengan skor 21-13, 21-10. (Hasil selengkapnya, klik di sini)

Dengan hasil ini, pupus sudah harapan untuk menyamai capaian prestasi tahun sebelumnya, yaitu dua perak dan dua perunggu. Hasil yang sungguh mengecewakan bagi perbulutangkisan Indonesia dalam 3 pekan terakhir. Tidak ada satu pun turnamen yang bisa dijuarai. Dari kelas junior, Grand Prix, dan Super serie, Indonesia tidak berhasil menempatkan satu pun wakilnya di Final. Ada apakah dengan PBSI tahun ini? 

No comments:

Post a Comment