Saturday, November 21, 2015

Hong Kong Open: Ginting Menapaki Babak Semifinal SS untuk Pertama Kalinya

Sumber: BWF
Langkah Ginting di kejuaraan Hong Kong Open Super Series belum mengalami kendala. Setelah menang mudah sekaligus memulangkan unggulan ke-4, Kento Momota dengan skor 21-7 dan 21-15 dalam waktu 34 menit di babak perempat final, semalam Ginting lagi-lagi memulangkan atlet asal negeri Sakura, Kazumasa Sakai, dua game langsung dengan skor yang tidak kalah meyakinkan 21-14 21-14.

Di babak semifinal, Ginting akan berhadapan dengan pemain asal Tiongkok, Tian Houwei, yang melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan rekan senegaranya, Wang Zhengming, dengan skor 21-15, 21-11.

Ahsan/Hendra Melaju, Angga/Ricky dan Kevin/Gideon Terhenti


Ahsan/Hendra juga berhasil melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan wakil Korea Kim Ki Jung/Kim Sa Rang, dengan skor 22-20, 21-19. Walaupun menang straight game, tapi perjuangan Ahsan/Hendra tidaklah mulus. Mereka harus melalui pertandingan ketat dengan perolehan angka yang terus berkejaran sepanjang pertandingan. Untunglah, pada akhirnya ganda terbaik Indonesia ini bisa menang dan melaju ke babak Semifinal.

Terkait pertandingannya ini, Hendra berkomentar seusai pertandingan: "Mereka bagus, no lobnya kencang. Kami harus bisa meredamnya, jadi ada taruh bolanya juga. Karena kalau dilayani terus juga merekanya bisa bagus, kalah tenaga kami.” Kemenangan ini juga merupakan revans atas kekalahan Ahsan/Hendra dalam pertemuan terakhir mereka di ajang Korea Open SS. Saat itu, Ahsan/Hendra dipaksa mengakui keunggulan pasangan Korea ini.

Sayangnya, kemenangan Ahsan/Hendra ini tidak diikuti pasangan ganda lainnya, Angga/Ricky. Angga/Ricky lagi-lagi harus mengakui keunggulan pasangan Denmark yang juga merupakan unggulan ke-3 setelah bermain rubber 20-22 21-12 21-14. Begitu juga dengan pasangan ganda muda kita Kevin/Gideon yang gagal melaju setelah takluk di tangan unggulan pertama asal Korea Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong.

Friday, November 20, 2015

Hong Kong SS: Ginting Menumbangkan Unggulan ke-4

Anthony Sinisuka Ginting
Anthony Sinisuka Ginting, yang ngaku badminton lovers pasti nggak asing dengan nama ini. Yups, Ginting adalah salah satu dari 4 atlet tunggal putra muda harapan Indonesia yang sering disebut F4 oleh BL. Hayoo, yang ngaku BL sejati pasti tahu siapa saja anggota F4.

F4 terdiri dari Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, Anthony Sinisuka Ginting, dan Firman Abdul Kholik. Walaupun kemudian dalam perjalanannya saat ini, Firman masih memperkuat tim Junior sedangkan ke-3 sahabatnya sudah bertanding di kelas Senior.

Anthony Sinisuka Ginting atau yang akrab disapa Ginting pertama kali mencuri perhatian waktu kejuaraan Indonesia Open Juni kemarin, di mana dia berhasil merangkak dari babak kualifikasi dan berhasil mencapai babak perempat final. Sayangnya di babak perempat final kala itu, dia kalah dari Kento Momota setelah bermain rubber game 21-13, 16-21, dan 15-21.

Semalam di Hong Kong, Ginting berhasil membalas dendam kekalahannya atas Kento Momota. Ya, dia berhasil memulangkan Kento yang merupakan unggulan ke-4 dengan 2 game langsung, 21-7 21-15 dalam waktu 34 menit saja dan melaju ke babak perempat final. Di babak perempat final nanti malam, Ginting lagi-lagi akan berhadapan dengan pemain Jepang, Kazumasa Sakai, yang melaju ke babak perempat final setelah menumbangkan wakil Korea, Lee Dong Keun.


Chen Long Berjuang Keras, Lin Dan Kandas


Chen Long, yang merupakan unggulan 1, harus berjuang keras sebelum akhirnya melaju ke babak perempat final. Bermain melawan tunggal veteran Thailand, Boonsak Ponsana, Chen Long dipaksa bermain rubber 19-21, 21-8, 21-13. Di babak perempat final hari ini, Chen Long akan kembali berhadapan dengan Lee Chong Wei. Baru pekan kemarin mereka bertemu di final China SSP dan pertandingan waktu itu menjadi milik Chong Wei. Akankah hari ini Chen Long berhasil membalas kekalahannya?

Berbeda nasib dengan Chen Long, Super Dan, harus pulang lebih awal, setelah kalah 2 game langsung di tangan pemain harapan tuan rumah, NG Ka Long Angus, dengan skor cukup telak 8-21, 18-21. Diduga, faktor kelelahan setelah sehari sebelumnya bermain rubber melawan Ihsan Maulana Mustofa menjadi pemicu kalahnya Super Dan.


PraDeb Gagal Menjegal Duo ZZ

Praveen Jordan/Debby Susanto (PraDeb)
Hari ini Kejuaraan Hong Kong Open Super Series memasuki babak perempat final. Praveen/Debby atau yang biasa disingkat PraDeb menjadi satu-satunya wakil Indonesia dari sektor ganda campuran.

Di Babak perempat final ini, mereka akan kembali berhadapan dengan ganda campuran nomor satu Dunia, yaitu sejoli Zhang Nan/Zhao Yunlei. Baru minggu kemarin mereka bertemu pasangan ini di kejuaraan China SSP, juga di babak perempat final.

Setelah di kejuaraan China SSP minggu lalu, PraDeb berhasil memaksa duo ZZ bermain rubber 21-19, 13-21, 16-21 dalam waktu satu jam, hari ini mereka kembali berhadapan di babak perempat final, tapi rupanya duo ZZ ini masih terlalu tangguh bagi Praveen/Debby.


Pertandingan hari ini berjalan jauh lebih alot. Di game pertama duo ZZ sempat unggul 20-14, tapi perlahan tapi pasti PraDeb bisa memaksakan deuce. Sayangnya, game satu tetap menjadi milik duo ZZ :(
Di game ke-2, perolehan poin PraDeb dari awal selalu unggul hingga poin 12, di mana pada poin itu duo ZZ berhasil menyamakan keunggulan. Bahkan duo ZZ sempat unggul 15-13 sebelum PraDeb kembali membalikkan keadaan dan berhasil memenangkan game ini dengan skor 21-17.

Game ke-3 pun masih berjalan ketat. Kedua pasangan saling bergantian meraih poin hingga skor sama di angka 19. Setelah itu, mungkin karena kurang tenang, Praveen gagal mengembalikan shuttlecock dari Zhang Nan sehingga menjadikan match point untuk duo ZZ. PraDeb gagal menciptakan deuce seperti game pertama setelah smash dari Praveen mengenai net. Skor akhir 21-19 untuk kemenangan duo ZZ.

Tapi bagaimana pun, kita layak mengapresiasi perjuangan PraDeb BL. Mereka sudah berjuang mati-matian, tapi memang keberuntungan masih berpihak pada ganda no.1 Dunia ini. Kita doakan semoga kekalahan ini tidak menimpa wakil Indonesia lainnya.

Thursday, November 19, 2015

Putaran Pertama Hong Kong Open Diwarnai Kejutan

Nozomi Okuhara.
Sumber: BWF
Juara Tunggal Putri kejuaraan China SSP pekan lalu tersingkir di putaran pertama Hong Kong Open. Li Xueri, yang jarang sekali mengalami kekalahan di putaran pertama menyerah dua game langsung di tangan atlet Negeri Sakura, Nozomi Okuhara dengan skor 19-21, 9-21. Dan kekalahan dramatis ini menjadikan posisinya tetap di bawah Wang Shixian and Wang Yihan dalam perebutan tiket menuju Final Super Series yang akan diselenggarakan di Dubai.

Nozomi sendiri, saat ditanya terkait kemenangan mudahnya atas mantan ranking 1 Dunia ini, mengatakan senang bisa memenangkan pertandingan hari ini tapi bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan karena Li Xueri hari ini bermain tidak dalam performa biasanya.

Di sektor Tunggal Putra, unggulan kedua Jan O Jorgensen (Denmark), gagal melaju ke putaran kedua setelah kalah 15-21, 19-21 dari pemain China, Wang Zhengming. Selain Jorgensen, Kidambi Srikanth, yang tahun lalu merupakan semi-finalis kejuaraan ini, juga gagal melaju dan harus bersiap mengubur impiannya untuk lolos ke Dubai setelah kalah rubber game 16-21, 21-15, 22-24 dari pemain China lainnya, Tian Houwei dan ini adalah kekalahannya yang ke-5 dari 5 pertemuannya dengan Tian Houwei.

Kevin/Gideon Melaju

Kevin/Gideon
Sumber: BWF
Pasangan ganda putra muda Indonesia ini juga berhasil membuat kejutan di putaran pertama kejuaraan Hong Kong Open dengan mengandaskan unggulan ke-7, Liu Xiaolong/Qiu Zihan. Ganda putra yang baru dipasangkan bulan Maret awal tahun ini sangat mendominasi pertandingan. Sebenarnya Kevin/Gideon bisa menang straight game tapi permainan netting cantik dari Liu Xiaolong/Qiu Zihan sempat menunda kemenangan mereka. Di game ketiga, Kevin/Gideon bermain lebih berani dan menang mudah 21-19 21-23 21-8.

Tuesday, November 17, 2015

[Video] China Open Super Series Premier 2015

Edisi hari ini badminfo akan memposting video-video pertandingan yang layak ditonton selama ajang Kejuaraan China Open Super Series Premier.

Cekidot BL ya!!

R32 [XD] Ko Sung Hyun/Kim Ha Na vs Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth

R32 [XD]FUCHS/MICHELS vs Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

R32 [MD] AHSAN/SETIAWAN vs Mads CONRAD-PETERSEN/Mads Pieler KOLDING

R16 [MD] Mohammad AHSAN/Hendra SETIAWAN vs WANG Yilv/ZHANG Wen

R16 [MD] LEE Yong Dae/YOO Yeon Seong vs LI Junhui/LIU Yuchen

SF [MS] LIN Dan vs LEE Chong Wei

Final [WD] Misaki MATSUTOMO/Ayaka TAKAHASHI vs TANG Yuanting/YU Yang

Final [XD] ZHANG Nan/ZHAO Yunlei vs NIELSEN/PEDERSEN

Final [WS] Saina NEHWAL vs LI Xuerui

Final [MS] CHEN Long vs LEE Chong Wei

Final [MD] CHAI Biao/HONG Wei vs KIM Gi Jung/KIM Sa Rang


Catatan: Instal add-on ProxTube jika diblok waktu membuka video-video di atas. Happy watching!!!

Monday, November 16, 2015

Final China SSP: Amazing Lee Chong Wei

Sumber: Badminton Photo
Usai sudah ajang kejuaraan China SSP tahun ini. China masih menunjukkan dominasinya dengan merebut 3 gelar dalam turnamen yang memperebutkan hadiah USD 700.000 ini. Sedangkan 2 gelar lainnya menjadi miliki Malaysia dan Korea.

Tang Yuanting/Yu Yang menyumbangkan gelar pertama bagi China setelah bermain ketat rubber game melawan unggulan 1 asal negeri Tirai Bambu, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, dengan skor 18-21, 21-13, 21-12.

Berikutnya, giliran sejoli Zhang Nan/Zhao Yunlei yang berhasil menyudahi perlawanan ganda asal Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, lagi-lagi dalam permain rubber game, 21-19, 17-21, 21-19. Di game penentuan, pertandingan berlangsung sangat alot hingga poin 19-19, tapi kemudian duo ZZ berhasil meraih 2 poin beruntun dan memenangkan turnamen ini.

Pertandingan berikutnya adalah sektor tunggal putri, di mana si Kuda Hitam Li Xuerui berhadapan dengan Saina Nehwal asal India. Meskipun kalah di game pertama dengan cukup mudah, sebenarnya Saina memiliki kesempatan untuk mencuri game ke-2 setelah sempat unggul 6 poin dari Li Xueuri. Tapi dengan keuletannya, Li Xueuri berhasil meraih 7 poin beruntun sehingga kembali memimpin perolehan poin dan memenangkan game ke-2 dengan skor 21-15.


Partai ke-empat adalah partai antara Lee Chong Wei dan Chen Long. Mungkin kebanyakan BL menebak Chen Long yang akan jadi juaranya. Hal ini cukup beralasan, mengingat rekor head-to-headnya yang unggul 15-9 melawan Lee Chong Wei. Selain itu, performa Lee Chong Wei belakangan ini menunjukkan penurunan sehingga yang mulia Li Yongbo sesumbar bahwa Lee Chong Wei tidak akan berhasil mengalahkan Chen Long. Tapi Chong Wei berhasil membuktikan bahwa dia masih bisa membungkam Chen Long. Haixia Olympic Sports Center menjadi saksinya. Chen Long dipermalukan di depan pendukungnya dalam 2 game langsung, 21-15, 21-11.

Partai ke-lima juga gagal menjadi milik China setelah ganda putra Korea, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang berhasil menyudahi perlawanan Chai Biao/Hong Wei, dalam straight game, 21-13, 21-19.

Sunday, November 15, 2015

Akhirnya, 1 Gelar dan 2 Runner Up dari Ajang Malaysia International Challenge


Sumber: BAM
Akhirnya, angin segar berhembus dari Malaysia. Setelah beberapa minggu terakhir kita harus menelan pil pahit kekalahan demi kekalahan yang dialami atlet kita, kabar menyenangkan datang dari ajang Malaysia International Challenge.

Di ajang yang digelar di ALOR SETAR, Malaysia ini, Indonesia berhasil menempatkan 3 wakilnya di final. Hafiz Faisal/Shella Devi Aulia di sektor Ganda Campuran, Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari di sektor Ganda Putri dan Dinar Dyah Ayustine di sektor Tunggal Putri. Dan dari ketiga wakil ini, Indonesia berhasil meraih satu gelar dan 2 runner up.
 
Turun di partai pertama melawan pasangan Thailand yang sudah cukup berpengalaman, Bodin Issara/Savitree Amitrapa, Hafiz Faisal/Shella Devi Aulia gagal menampilkan performa terbaiknya. Pasangan ganda campuran Indonesia yang dalam ajang ini merupakan unggulan ke-4 menyerah cukup mudah dengan skor 13-21, 6-21 dalam waktu 29 menit dan harus puas menjadi runner up.

Partai berikutnya adalah partai ganda putri, Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari melawan ganda Thailand, Chaladchalam Chayanit/Phataimas Muenwong. Pertandingan pertama berlangsung cukup alot tapi dengan kesabarannya, akhirnya Della/Rosyita berhasil memenangkan game pertama dengan skor 21-18. Di game ke-2, ganda Indonesia ini semakin percaya diri dan mampu menaklukkan unggulan 1 turnamen ini dengan skor 21-12. Selamat atas kemenangan Della/Rosyita. Semoga kemenangan ini menjadi pembuka kemenangan-kemenangan dalam turnamen berikutnya. 
Sedangkan Dinar Dyah Ayustine yang bermain tepat setelah partai ganda puti, tidak bisa berbuat banyak melawan unggulan ke-4 asal negara tetangga, Singapura, Xiaoyu Liang. Dinar menyerah dengan skor 11-21, 13-21 dalam waktu 34 menit dan juga harus puas menjadi runner up.

Inilah Alasan Pelatih Menarik Tontowi/Liliyana dari Hong Kong Open

Sumber: PBSI
Terkait kekalahan beruntun yang didera pasangan ganda campuran utama kita, Tontowi/Liliyana atau yang akrab disapa Owi/Butet ini, pelatih memutuskan untuk membatalkan keikutsertaan mereka dalam turnamen berikutnya, Hong Kong Open, seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Richard Mainaky memutuskan untuk memulangkan Owi/Butet langsung ke Jakarta usai kalah di babak pertama China Open Super Series Premier 2015 kemarin untuk kembali berlatih di Pelatnas Cipayung.

Berikut pernyataan Richard Mainaky terkait ditarik mundurnya Owi/Butet dari Hong Kong Open dan kekalahan mereka di Prancis dan China:

“Tontowi/Liliyana saya cancel di Hong Kong. Saya lihat ada sesuatu, ada hawa yang kurang baik buat mereka. Saya khawatir jika mereka langsung ikut lagi, mereka belum bisa pulih. Jadi saya harus tarik dulu, saya benahi dulu. Setelah ini mereka akan turun di Indonesia Masters dan Super Series Final. Saya harap ketika itu kondisi mereka sudah pulih dan fit lagi. Karena saya lihat di Paris kemarin sudah unggul, ternyata jadi kalah. Sama pasangan Jerman di sini juga kemarin (China SSP, red) harusnya bisa menang jauh, ternyata kalah juga,” kata Richard.

Catatan prestasi Owi/Butet tahun ini memang kurang baik. Dalam dua pertandingan terakhir, Owi/Butet kalah di babak pertama, yaitu pada French SS 2015 dan China SSP 2015. Di China SSP 2015, Owi/Butet kalah di babak pertama dari pasangan Jerman, Michael Fuchs/Birgit Michels, dengan skor 19-21 dan 20-22. Padahal sebelumnya, Owi/Butet unggul 4-1 dalam rekor rekor head-to-head dari Fuchs/Michels.

Terkait hal ini, Richard Mainaky juga memberikan evaluasinya: “Sebenarnya kalau dilihat secara keseluruhan, mereka unggul semuanya. Cuma kenapa ketika sudah unggul 18-12 malah tersusul dan jadi kalah, seperti blank mereka. Di game kedua juga begitu. Saya mau cari titik permasalahannya dulu, di sebelah mana.”

 
Sedangkan dalam kejuaraan French SS 2015, Owi/Butet menyerah dari pasangan Jepang, Keigo Sonoda/Naoko Fukuman, 21-16, 17-21 dan 13-21. Ini merupakan kekalahan pertama Owi/Butet dari pasangan Jepang. Kita doakan BL ya, Owi/Butet bisa segera menemukan kembali performanya seperti dulu. Kangen lihat penampilan Owi/Butet yang maksimal. Kangen juga lihat mereka tampil lagi di podium. Semoga evaluasianya berjalan lancar.

Tak Satu pun Wakil Indonesia di Final Kejuaraan Dunia Junior Perorangan

Sumber: PBSI
Peru menjadi catatan buruk bagi torehan prestasi bulutangkis junior kita. Dari tiga pemain yang berhasil lolos ke babak perempat final, 2 di antaranya kandas. Termasuk unggulan pertama Tunggal Putra kita Firman Abdul Kholik, yang di luar dugaan kalah telak dari pemain Thailand, Adulrach Namkul, dengan skor 15-21, 7-21 dalam waktu 38 menit saja.

Selain Firman, wakil kita di sektor Ganda Putri, Marsheilla Gischa Islami/Rahmadhani Hasiyanti Putri, yang merupakan unggulan ke-5 dalam kejuaraan ini harus mengakui keunggulan pasangan Taiwan unggulan ke-16, Wan Ting Chen/Chia Hsin Lee setelah bermain rubber game dengan skor akhir 16-21, 21-17, 16-21.

Sehingga wakil satu-satunya Indonesia yang tersisa di Semifinal kejuaraan dunia junior perorangan ini adalah Fachriza Abimanyu/Apriani Rahayu dari sektor ganda campuran. Fachriza Abimanyu/Apriani Rahayu melaju ke babak semifinal setelah berhasil menaklukkan ganda Spanyol, Alejo Javier Ibeas/Miren Josebe Azcue, dalam waktu 21 menit dengan skor akhir 21-9, 21-7.

Di babak Semifinal, Fachriza/Apriani ditantang ganda China unggulan ke-8, He Jiting/Du Yue, yang melangkah ke Semifinal setelah mengandaskan perlawanan rekan senegaranya, Fan Qiuyue/Chen Lu. 
Sayang, walaupun status Fachriza/Apriani dalam kejuaraan ini adalah unggulan ke-5, namun ganda China ini terlalu perkasa dan mudah saja mengalahkan Fachriza/Apriani dengan skor 21-13, 21-10. (Hasil selengkapnya, klik di sini)

Dengan hasil ini, pupus sudah harapan untuk menyamai capaian prestasi tahun sebelumnya, yaitu dua perak dan dua perunggu. Hasil yang sungguh mengecewakan bagi perbulutangkisan Indonesia dalam 3 pekan terakhir. Tidak ada satu pun turnamen yang bisa dijuarai. Dari kelas junior, Grand Prix, dan Super serie, Indonesia tidak berhasil menempatkan satu pun wakilnya di Final. Ada apakah dengan PBSI tahun ini? 

Friday, November 13, 2015

Hanya 3 Wakil di QF Kejuaraan Dunia Junior Perorangan

Badminfo sedih nih BL, lihat hasil yang dicapai atlet-atlet kita. Mulai dari Korea Master, China SSP, hingga Kejuaraan Dunia Junior Perorangan.

Untuk Kejuaraan Dunia Junior Perorangan, sekarang sudah memasuki babak Quarter Final dan dari 14 wakil Indonesia yang bertanding, hanya 3 yang masih bertahan, yaitu Marsheilla Gischa Islami/Rahmadhani Hasiyanti Putri di sektor Ganda Putri, Firman Abdul Kholik di sektor Tunggal Putra dan Fachriza Abimanyu/Apriani Rahayu di sektor Ganda Campuran.

Dengan hanya bertahannya 3 wakil di babak QF ini, otomatis target jumlah medali 2 perak dan 2 perunggu tidak bisa tercapai. Tapi semoga ketiga wakil yang masih bertahan ini bisa tembus final dan meraih juara. Karena tidak ada yang tidak mungkin asal kita mau berusaha.

Berikut ini jadwal pertandingan Quarter Final Kejuaraan Dunia Junior Perorangan:

Sumber: turnamentsoftware
Gimana nih tanggapan BL? Masih semangat kan dukung mereka?

Thursday, November 12, 2015

China SSP: Revans Manis dari Praveen/Debby atas Ko/Kim



Babak kedua kejuaraan China SSP sedang berlangsung. Dari 3 ganda Indonesia yang lolos, baru satu yang sudah bertanding, yaitu dari sektor ganda campuran. Praveen/Debby, yang merupakan wakil ganda campuran kita satu-satunya yang masih bertahan, berhasil melakukan revans manis terhadap ganda korea unggulan ke-7 yang sedang menanjak prestasinya.

Kalah rekor Head-to-Head 2-3 dari Ko/Kim tidak membuat Praveen/Debby gentar. Dari awal kedua pasangan ini bermain ketat. Walaupun sempat ketinggalan di awal game 1, Praveen/Debby sempat memimpin waktu interval. Sayang, hal ini tidak berlangsung lama. Karena setelah itu, pasangan Korea kembali unggul dan menang dengan skor 21-15. Di game ke-2 dan ke-3, Preveen/Debby berhasil membalik keunggulan dan akhirnya menang dengan skor 21-11, 21-16.

Kemenangan ini mengantar pasangan ini ke babak perempat final kejuaraan China SSP sekaligus merupakan revans manis atas kekalahan terakhir mereka di Final French SS. Di final French SS, Praveen/Debby kalah rubber dengan skor 10-21, 21-15 dan 19-21.

Di babak perempat final China SSP besok, Praveen/Debby akan melawan unggulan 1 asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei. Kita doakan Praveen/Debby bisa meraih kemenangan pertamanya atas duo ZZ ini badminton lovers ya.

[Video] Kejuaran Dunia Junior Beregu 2015

Halo Badminton Lovers!

Berhubung dengan semakin jarangnya tayangan kejuaraan badminton di layar kaca kita, badminfo akan menyediakan tab khusus Video di mana kamu bisa mengakses dengan mudah video-video pertandingan bulutangkis yang mungkin tidak sempat kamu tonton.

Nah, berhubung blog ini masih seumur jagung, edisi kali ini badminfo akan mengupload video-video kejuaraan dunia junior untuk kategori beregu. Let's cekidot!

Babak Semifinal antara Indonesia vs Taiwan:

Mychelle Crhystine Bandaso/Andika Ramadiansyah vs Chia-Hsin Lee/Ming-Tse Yang



Firman Abdul Kholik VS Chia-Hung Lu



Andika Ramadiansyah/Rinov Rivaldy VS Li-Wei Po/Ming-Tse Yang



Gregoria Mariska Tunjung VS Shuo-Yun Sung


Babak Final antara Indonesia vs China:

Marsheille Gischa Islami/Andika Ramadiansyah VS Qingchen Chen/Siwei Zheng



Panji Ahmad Maulana VS Guipu Lin



Andika Ramadiansyah/Rinov Rivaldy VS Jiting He/Siwei Zheng

Wednesday, November 11, 2015

China SSP: Kejutan Menyesakkan dari Tontowi/Liliyana

Sumber: detik
Hari ini babak utama kejuaraan China SSP mulai digelar. Kejuaraan yang dihelat di Haixia Olympic Sports Center ini akan berlangsung hingga Minggu 15 November mendatang. Indonesia sendiri banyak menurunkan pemain andalannya dalam turnamen bergengsi ini. Salah satunya andalan ganda campuran kita Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang tampil kurang memuaskan di beberapa turnamen sebelumnya, diharapkan BL bisa melangkah jauh di turnamen yang memperebutkan hadiah sebesar USD 700.000 ini untuk mengamankan rankingnya menuju Olimpiade Rio tahun depan. Tetapi, kenyataan berbicara lain.

Tampil sebagai unggulan ke-2 dan melawan ganda asal Jerman, Fuchs/Michels, dengan catatan Head-to-Head 4-1, Tontowi/Liliyana terpaksa harus mengakui keunggulan lawannya setelah menyerah 19-21 dan 22-20 dalam waktu 43 menit. Sebenarnya Owi/Butet (sapaan akrab mereka) di awal pertandingan selalu unggul. Di game pertama mereka sempat unggul 5-0, 11-8 dan 19-14, tapi kemudian mandeg di angka 19 sebelum akhirnya pasangan Jerman membalik keadaan dan memenangkan game pertama dengan skor 21-19.

Di game ke-2, Owi/Butet juga sempat unggul 11-4, tapi pasangan Jerman ini pantang menyerah dan perlahan-lahan menyusul perolehan poin Owi/Butet hingga berhasil menyamakan kedudukan di poin 15. Setelah itu, pasangan Jerman berhasil leading 20-18 dan walaupun Owi/Butet berhasil menjadikannya deuce, tetapi game ke-2 ditutup dengan kemenangan pasangan Jerman dengan skor 22-20.

Yuk Kenalan dengan Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior Perorangan


Hari ini waktu Indonesia, Kejuaraan Dunia Junior Perorangan resmi dimulai. Indonesia sendiri menurunkan 2 MS, 3 WS, 4 XD, 2MD, dan 3 WD. Siapa saja mereka? 

Berikut ini nama-nama pemain junior yang mewakili Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia Junior Perorangan 2015:

MS
Firman Abdul Kholik
Panji Ahmad Maulana

WS
Gregoria Mariska
Devi Yunita Indah Sari
Jauza Fadhila Sugiarto

XD
Ramadiansyah Andika - Marsheilla Gischa Islami
Yantoni Edy Saputra - Mychelle Crhystine Bandaso
Yahya Adi Kumara - Rahmadhani Hasiyanti Putri
Fachriza Abimanyu - Apriani Rahayu       

MD
Ramadiansyah Andika - Rinov Rivaldy
Yahya Adi Kumara - Yantoni Edy Saputra

WD
Apriani Rahayu - Jauza Fadhila Sugiarto
Marsheilla Gischa Islami - Rahmadhani Hasiyanti Putri
Mychelle Crhystine Bandaso - Serena Kani

Kita doakan semoga mereka bisa tampil maksimal dan menyumbang medali sesuai target, atau bahkan lebih untuk Indonesia.

Tuesday, November 10, 2015

Bicara tentang Pahlawan Bulutangkis

Liem Swie King
Mumpung 10 November nih Badminton Lovers. Seperti yang kita ketahui bersama, setiap tanggal 10 November bangsa ini merayakan hari Pahlawan untuk mengenang jasa para Pahlawan.

Bicara tentang Pahlawan, tentunya kita juga punya banyak pahlawan di bidang olahraga kesayangan kita ini.
Untuk kali ini Badminfo akan mengulas tentang salah satu pahlawan bulutangkis kita. Siapa dia?
Yups, hari ini kita akan membahas tentang King Smash, siapa lagi kalau bukan Liem Swie King.

Liem Swie King merupakan generasi emas kedua tunggal putra Indonesia. King Smash ini dianggap sebagai penerus tongkat estafet kejayaan dari Rudy Hartono. Atlet bulutangkis yang lahir di Kudus pada 28 Februari 1956 ini berhasil meraih gelar All England sebanyak tiga kali (tahun 1978, 1979, dan 1981)
dan menjadi runner-up sebanyak empat kali (tahun 1976, 1977, 1980, dan 1984). Beliau memiliki julukan King Smashberkat kekuatan jumping smash yang menjadi ciri khasnya. Sama halnya seperti Rudy Hartono, Liem Swie King pun pernah bermain film layar lebar berjudul “Sakura dalam Pelukan”. Bahkan jejak langkahnya diabadikan oleh Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen dalam film yang berjudul “King”.

Selain berprestasi di level All England, Liem Swie King juga 3 kali ikut mempertahankan piala Thomas (tahun 1976, 1079, dan 1984) dalam enam kali keikutsertaannya.

Berikut ini prestasi-prestasi lengkap yang berhasil diraih oleh Pahlawan Bulutangkis kelahiran Kudus kita ini:

-Tunggal-
  • 1974: Semi Finalis Asian Games Tehran
  • 1976: Finalis All England Open, Finalis Kejuaraan Asia
  • 1977: Finalis All England Open, Juara Denmark Open, Juara Swedia Open, Juara SEA Games
  • 1978: Juara All England Open, Juara Asian Games Bangkok
  • 1979: Juara All England Open
  • 1980: Finalis Kejuaraan Dunia, Finalis All England
  • 1981: Juara All England Open, Semi Finalis World Games St.Clara, Juara SEA Games
  • 1982: Finalis Asian Games New Dehli, Juara Piala Dunia
  • 1983: Finalis Kejuaraan Dunia, Juara Indonesia Open, Juara Malaysia Open
  • 1984: Finalis All England Open, Finalis World Badminton Grand Prix
  • 1985: Semi Finalis All England Open
-Ganda-
  • 1983: Finalis SEA Games (bersama Hadibowo)
  • 1984: Juara Piala Dunia (bersama Kartono Hariamanto)
  • 1985: Juara Piala Dunia, Juara Indonesia Open, Semi Finalis Kejuaraan Dunia , Finalis SEA Games (bersama Kartono Hariamanto)
  • 1986: Juara Piala Dunia, Semi Finalis Asian Games Seoul (bersama Bobby Ertanto); Juara Indonesia Open (bersama Kartono Hariamanto)
  • 1987: Juara Asia (bersama Bobby Ertanto); Juara SEA Games, Juara Japan Open, Juara Indonesia Open, Juara Taiwan Open, Finalis Thailand Open (bersama Eddy Hartono)
-Beregu- 
  • 1976: Juara Piala Thomas
  • 1977: Juara SEA Games
  • 1978: Juara Asian Games
  • 1979: Juara Piala Thomas, Juara SEA Games
  • 1981: Finalis SEA Games
  • 1982: Finalis Piala Thomas, Finalis Asian Games
  • 1983: Juara SEA Games
  • 1984: Juara Piala Thomas
  • 1985: Juara SEA Games
  • 1986: Finalis Piala Thomas, Semi Finalis Asian Games
  • 1987: Juara SEA Games
Sumber: wikipedia

Monday, November 9, 2015

Inilah Alasan Pelatih Tidak Menurunkan Firman di Laga Final Kejuaran Dunia Junior Beregu 2015

Cr: Badminton Photo
Banyak sekali ungkapan kekecewaan yang disampaikan Badminton Lovers menyusul kalah telaknya Tim Indonesia di final kejuaraan dunia junior beregu melawan China tadi pagi atau kemarin sore waktu Peru. Umumnya mereka kecewa dengan keputusan pelatih yang tidak menurunkan pemain tunggal putra utama kita Firman Abdul Kholik dan menggantinya dengan Panji Ahmad Maulana. Apalagi kemudian Panji gagal memberikan perlawanan ketat saat berhadapan dengan Lin Guipu dan menyerah dengan skor 21-11 21-16.
(Untuk hasil selengkapnya, klik di sini).
Sumber: BWF

Tim China sendiri tadi pagi tampil sangat prima, meskipun di babak semifinal mendapatkan perlawanan sengit dari Tim Jepang. Ya, sedikit keteledoran di babak semifinal membuat mereka semakin waspada dan lebih siap saat berhadapan dengan Indonesia di babak final. Sedangkan Tim Indonesia malah kaget dan kelihatan kalah kelas. Hal ini senada dengan pernyataan pelatih Tim Indonesia, Imam Tohari, seperti yang dilansir BWF. Lebih lanjut lagi, Imam Tohari mengakui bahwa Tim Indonesia kalah kecepatan dan tidak bisa keluar dari tekanan. Terkait alasannya tidak menurunkan Firman Abdul Kholik yang banyak disesalkan penggemar bulutangkis, menurutnya, Firman telah banyak diturunkan dalam pertandingan sebelumnya dan kondisinya kurang prima. Jadi, untuk sementara dia diistirahatkan agar lebih siap dalam kejuaraan perorangan.

Hasil Kejuaran Dunia Junior Beregu 2015

Babak semifinal dan final Kejuaran Dunia Junior Beregu telah digelar kemarin dan pagi tadi. Di semifinal kemarin, Tim Indonesia berhasil menaklukkan Tim Taiwan dengan skor 3-1. Sebenarnya, Tim Indonesia berpeluang menang telak 3 - 0 setelah pasangan ganda putra kita, Andika Ramadiansyah - Rinov Rivaldy, berhasil memenangkan game pertama. Tapi kemudian ganda putra Taiwan, Li-Wei Po - Ming-Tse Yang, berhasil membalik keadaan dan mencuri 1 poin dari Tim Indonesia. Di partai ke-empat, tunggal putri harapan kita, Gregoria Mariska Tunjung, menjadi penentu keberhasilan Tim Indonesia melangkah ke final setelah berhasil meredakan perlawanan Shuo-Yun Sung dengan skor 21-11, 21-8 dalam waktu 28 menit.

Berikut ringkasan pertandingan semifinal Kejuaraan Dunia Junior Beregu antara Indonesia vs Taiwan:




Di babak final tadi pagi Tim Indonesia ditantang Tim China yang di babak semifinal kemarin mendapat perlawanan sengit dari Tim Jepang sebelum akhirnya menang dengan skor tipis 3-2. Dan pada akhirnya kita harus mengakui keunggulan Tim China setelah berhasil menang mudah atas Tim Indonesia dengan skor 3-0. 

Berikut ringkasan pertandingan final Kejuaraan Dunia Junior Beregu antara China vs Indonesia:


Dengan hasil ini, berarti Tim Indonesia berhasil memenuhi target, yaitu menyamai torehan prestasi tahun sebelumnya dengan meraih medali perak. Congratulations Junior!! Tetap semangat dan semoga bisa berprestasi lebih baik di nomor perorangan.

Saturday, November 7, 2015

Kejuaran Dunia Junior 2015

Happy weekend Badminton Lovers!

Sumber: Badminton Photo

Mari lupakan sejenak kekecewaan kita menyusul tidak adanya wakil Indonesia yang lolos ke babak Semifinal Korea Master 2015. Selain Korea Master, minggu ini juga sedang berlangsung Kejuaraan Dunia Junior 2015 yang diselenggarakan di Peru. Dalam ajang kejuaraan beregu dan perorangan ini, Tim Indonesia ditargetkan meraih hasil yang sama seperti tahun lalu, yaitu perak di nomor beregu serta 2 perak dan 2 perunggu di nomor perorangan.

Untuk kejuaraan beregu, hari ini babak perempat final sudah digelar di mana Indonesia yang berhasil menjadi juara Grup C1 berhadapan dengan juara Grup C2, Thailand, dan memastikan tiket ke semifinal setelah menang dengan skor 3-1. Semoga asa untuk mempertahankan medali tahun sebelumnya tetap terjaga atau bahkan bisa berhasil menjadi juara. Aamiin...

Berikut ini perjalanan Tim Indonesia hingga mencapai babak Semifinal kejuaran beregu Dunia Junior 2015: Babak Penyisihan Grup:

INDONESIA VS PERU : 5 - 0

INDONESIA VS GUYANA : 5 - 0


INDONESIA VS CHILE : 5 - 0


INDONESIA VS SINGAPURA : 4 - 1


Babak Perempat Final

INDONESIA VS THAILAND : 3 - 1


Untuk babak semifinal sendiri akan dimulai pada hari Minggu jam 07.00 WIB. Indonesia akan melawan Taiwan yang berhasil melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan tim junior Denmark dengan skor 3-0. Ayo semangat dukung tim junior kita!! Junior pasti bisa!!!

Friday, November 6, 2015

Hasil Kurang Memuaskan dari Ajang Korea Grand Prix

Sumber: PBSI

Hari ini Ajang Korea Grand Prix sudah memasuki babak perempat final. Ada tiga wakil Indonesia yang masih bertahan di babak ini, yaitu Jonatan Christie di sektor tunggal putra serta Della Destiara Haris - Rosyita Eka Putri Sari dan Anggia Shitta Awanda - Mahadewi Istirani Ni Ketut di sektor Ganda Putri. Sayangnya, Jonatan Christie gagal melaju ke babak semi final setelah kalah dari pemain tuan rumah unggulan ke-4, Lee Dong Keun, setelah bermain rubber 21-10, 18-21, 21-8 dalam waktu 62 menit.

Hasil kurang memuaskan ini terjadi sejak hari pertama ajang Korea Grand Prix ini digelar. Pasalnya, pemain Indonesia yang notabene berstatus unggulan mulai tumbang di hari pertama. Hasil pahit ini harus dialami pemain ganda campuran kita Alfian Eko Prasetya - Annisa Saufika yang dalam ajang ini merupakan unggulan ke-7.

Di hari ke-2, Ihsan Maulana Mustofa yang merupakan unggulan ke-7 di sektor tunggal putra, menyerah 2 game langsung 21-18, 21-13 dari pemain non-unggulan Korea, Heo Kwang Hee. Kekalahan Ihsan ini cukup menyedihkan, mengingat hasil gemilang yang ditorehkan pemain muda ini dalam beberapa ajang sebelumnya. Selain Ihsan, Ginting Anthony dan Sony Dwi Kuncoro juga kalah di hari kedua. Menyusul kandasnya dua wakil Indonesia di tunggal putri, yaitu Dinar Dyah Ayustine dan Fitriani.

Pada hari ke-3, wakil Indonesia berjatuhan dan hanya menyisakan 3 pemain untuk berlaga di babak perempat final seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Semua wakil ganda putra habis di hari ke-3 ini. 2 wakil tunggal putra dan 2 wakil ganda putri juga kandas. Sedangkan di ganda campuran, satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan, Ronald Alexander - Melati Daeva Oktaviani harus mengakui keunggulan lawannya setelah berjuang selama 42 menit dengan skor akhir 21-19, 21-15.

Itulah ulasan hasil pertandingan ajang Korea Grand Prix hingga hari ke-4. Kita doakan 2 wakil ganda putri kita bisa melaju hingga ke babak final dan meraih juara.

Update: Kedua ganda putri kita juga kandas sehingga tidak ada wakil Indonesia di semifinal. Anggia Shitta AWANDA - Mahadewi Istirani NI KETUT menyerah di tangan pemain Jepang dengan skor 20-22, 21-19 21-9 setelah berjuang selama 1 jam 11 menit. Sedangkan Della Destiara HARIS - Rosyita Eka PUTRI SARI harus mengakui keunggulan pemain tuan rumah yang merupakan unggulan 6, JUNG Kyung Eun - SHIN Seung Chan, dengan skor 21-19, 21-17 dalam waktu 47 menit.

Thursday, November 5, 2015

Ranking BWF per 5 November 2015

Rangking BWF per 5 November 2015 - Seperti biasa, setiap hari Kamis BWF akan merilis rangking terbaru berdasarkan poin yang diperoleh atlet.

Daaaaan berikut ini rilis rangking terbaru BWF untuk minggu ini:

Tunggal Putra:


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
INDONESIA
11
24
37
44
50
56
61
67
91

























Tunggal Putri:


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
INDONESIA
23
26
73
74
77
81
98

Ganda Putra:


1
LEE Yong Dae - YOO Yeon Seong
2
Hendra SETIAWAN - Mohammad AHSAN
3
FU Haifeng -ZHANG Nan
4
Mathias BOE - Carsten MOGENSEN
5
CHAI Biao - HONG Wei
6
Hiroyuki ENDO - Kenichi HAYAKAWA
7
Mads CONRAD-PETERSEN - Mads Pieler KOLDING
8
LIU Xiaolong - QIU Zihan
9
LEE Sheng Mu - TSAI Chia Hsin
10
Angga PRATAMA - Ricky Karanda SUWARDI
INDONESIA
18
Wahyu Nayaka ARYA PANKARYANIRA - Ade YUSUF
19
Gideon Markus FERNALDI - Kevin Sanjaya SUKAMULJO
33
Andrei ADISTIA - Hendra Aprida GUNAWAN
37
Markis KIDO - Agripinna Prima Rahmanto PUTRA
40
Berry ANGRIAWAN - Ryan Agung SAPUTRA
50
Fajar ALFIAN - Muhammad Rian ARDIANTO
65
Hardianto HARDIANTO - Kenas Adi HARYANTO
81
Yohanes Rendy SUGIARTO - Afiat Yuris WIRAWAN

Ganda Putri:


1
Misaki MATSUTOMO - Ayaka TAKAHASHI
2
LUO Ying - LUO Yu
3
Nitya Krishinda MAHESWARI - Greysia POLII
4
Kamilla RYTTER JUHL - Christinna PEDERSEN
5
TIAN Qing - ZHAO Yunlei
6
Reika KAKIIWA - Miyuki MAEDA
7
WANG Xiaoli - YU Yang (F)
8
MA Jin - TANG Yuanting
9
Eefje MUSKENS - Selena PIEK
10
Vivian Kah Mun HOOKhe Wei WOON
INDONESIA
29
Pia Zebadiah BERNADETH - Rizki Amelia PRADIPTA
39
Devi Tika PERMATASARI - Keshya Nurvita HANADIA
44
Suci Rizky ANDINI - Maretha Dea GIOVANI
46
Anggia Shitta AWANDA - Mahadewi Istirani NI KETUT
52
Gebby Ristiyani IMAWAN - Tiara Rosalia NURAIDAH
68
Dian FITRIANI - Nadya MELATI
72
Apriani RAHAYU - Jauza Fadhila SUGIARTO
81
Pia Zebadiah BERNADETH - Aprilsasi Putri LEJARSAR VARIELLA
88
Komala DEWI - Vita MARISSA

Ganda Campuran:


1
ZHANG Nan - ZHAO Yunlei
2
Tontowi AHMAD - Liliyana NATSIR
3
LIU Cheng - BAO Yixin
4
XU Chen - MA Jin
5
Joachim FISCHER NIELSEN - Christinna PEDERSEN
6
KO Sung Hyun - KIM Ha Na
7
Chris ADCOCK - Gabrielle ADCOCK
8
LU Kai - HUANG Yaqiong
9
Praveen JORDAN - Debby SUSANTO
10
LEE Chun Hei Reginald - CHAU Hoi Wah
INDONESIA


11
Edi SUBAKTIAR - Gloria Emanuelle WIDJAJA
12
Riky WIDIANTOPuspita Richi DILI
25
Ronald ALEXANDER - Melati Daeva OKTAVIANI
33
Markis KIDO - Pia Zebadiah BERNADETH
38
Andrei ADISTIA - Vita MARISSA
45
Fran KURNIAWAN - Komala DEWI
60
Irfan FADHILAH - Weni ANGGRAINI
84
Alfian Eko PRASETYA - Annisa SAUFIKA
85
HAFIZ Faisal - Shella Devi Aulia

Sumber: BWF