Saturday, November 21, 2015

Hong Kong Open: Ginting Menapaki Babak Semifinal SS untuk Pertama Kalinya

Sumber: BWF
Langkah Ginting di kejuaraan Hong Kong Open Super Series belum mengalami kendala. Setelah menang mudah sekaligus memulangkan unggulan ke-4, Kento Momota dengan skor 21-7 dan 21-15 dalam waktu 34 menit di babak perempat final, semalam Ginting lagi-lagi memulangkan atlet asal negeri Sakura, Kazumasa Sakai, dua game langsung dengan skor yang tidak kalah meyakinkan 21-14 21-14.

Di babak semifinal, Ginting akan berhadapan dengan pemain asal Tiongkok, Tian Houwei, yang melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan rekan senegaranya, Wang Zhengming, dengan skor 21-15, 21-11.

Ahsan/Hendra Melaju, Angga/Ricky dan Kevin/Gideon Terhenti


Ahsan/Hendra juga berhasil melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan wakil Korea Kim Ki Jung/Kim Sa Rang, dengan skor 22-20, 21-19. Walaupun menang straight game, tapi perjuangan Ahsan/Hendra tidaklah mulus. Mereka harus melalui pertandingan ketat dengan perolehan angka yang terus berkejaran sepanjang pertandingan. Untunglah, pada akhirnya ganda terbaik Indonesia ini bisa menang dan melaju ke babak Semifinal.

Terkait pertandingannya ini, Hendra berkomentar seusai pertandingan: "Mereka bagus, no lobnya kencang. Kami harus bisa meredamnya, jadi ada taruh bolanya juga. Karena kalau dilayani terus juga merekanya bisa bagus, kalah tenaga kami.” Kemenangan ini juga merupakan revans atas kekalahan Ahsan/Hendra dalam pertemuan terakhir mereka di ajang Korea Open SS. Saat itu, Ahsan/Hendra dipaksa mengakui keunggulan pasangan Korea ini.

Sayangnya, kemenangan Ahsan/Hendra ini tidak diikuti pasangan ganda lainnya, Angga/Ricky. Angga/Ricky lagi-lagi harus mengakui keunggulan pasangan Denmark yang juga merupakan unggulan ke-3 setelah bermain rubber 20-22 21-12 21-14. Begitu juga dengan pasangan ganda muda kita Kevin/Gideon yang gagal melaju setelah takluk di tangan unggulan pertama asal Korea Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong.

Friday, November 20, 2015

Hong Kong SS: Ginting Menumbangkan Unggulan ke-4

Anthony Sinisuka Ginting
Anthony Sinisuka Ginting, yang ngaku badminton lovers pasti nggak asing dengan nama ini. Yups, Ginting adalah salah satu dari 4 atlet tunggal putra muda harapan Indonesia yang sering disebut F4 oleh BL. Hayoo, yang ngaku BL sejati pasti tahu siapa saja anggota F4.

F4 terdiri dari Jonatan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, Anthony Sinisuka Ginting, dan Firman Abdul Kholik. Walaupun kemudian dalam perjalanannya saat ini, Firman masih memperkuat tim Junior sedangkan ke-3 sahabatnya sudah bertanding di kelas Senior.

Anthony Sinisuka Ginting atau yang akrab disapa Ginting pertama kali mencuri perhatian waktu kejuaraan Indonesia Open Juni kemarin, di mana dia berhasil merangkak dari babak kualifikasi dan berhasil mencapai babak perempat final. Sayangnya di babak perempat final kala itu, dia kalah dari Kento Momota setelah bermain rubber game 21-13, 16-21, dan 15-21.

Semalam di Hong Kong, Ginting berhasil membalas dendam kekalahannya atas Kento Momota. Ya, dia berhasil memulangkan Kento yang merupakan unggulan ke-4 dengan 2 game langsung, 21-7 21-15 dalam waktu 34 menit saja dan melaju ke babak perempat final. Di babak perempat final nanti malam, Ginting lagi-lagi akan berhadapan dengan pemain Jepang, Kazumasa Sakai, yang melaju ke babak perempat final setelah menumbangkan wakil Korea, Lee Dong Keun.


Chen Long Berjuang Keras, Lin Dan Kandas


Chen Long, yang merupakan unggulan 1, harus berjuang keras sebelum akhirnya melaju ke babak perempat final. Bermain melawan tunggal veteran Thailand, Boonsak Ponsana, Chen Long dipaksa bermain rubber 19-21, 21-8, 21-13. Di babak perempat final hari ini, Chen Long akan kembali berhadapan dengan Lee Chong Wei. Baru pekan kemarin mereka bertemu di final China SSP dan pertandingan waktu itu menjadi milik Chong Wei. Akankah hari ini Chen Long berhasil membalas kekalahannya?

Berbeda nasib dengan Chen Long, Super Dan, harus pulang lebih awal, setelah kalah 2 game langsung di tangan pemain harapan tuan rumah, NG Ka Long Angus, dengan skor cukup telak 8-21, 18-21. Diduga, faktor kelelahan setelah sehari sebelumnya bermain rubber melawan Ihsan Maulana Mustofa menjadi pemicu kalahnya Super Dan.


PraDeb Gagal Menjegal Duo ZZ

Praveen Jordan/Debby Susanto (PraDeb)
Hari ini Kejuaraan Hong Kong Open Super Series memasuki babak perempat final. Praveen/Debby atau yang biasa disingkat PraDeb menjadi satu-satunya wakil Indonesia dari sektor ganda campuran.

Di Babak perempat final ini, mereka akan kembali berhadapan dengan ganda campuran nomor satu Dunia, yaitu sejoli Zhang Nan/Zhao Yunlei. Baru minggu kemarin mereka bertemu pasangan ini di kejuaraan China SSP, juga di babak perempat final.

Setelah di kejuaraan China SSP minggu lalu, PraDeb berhasil memaksa duo ZZ bermain rubber 21-19, 13-21, 16-21 dalam waktu satu jam, hari ini mereka kembali berhadapan di babak perempat final, tapi rupanya duo ZZ ini masih terlalu tangguh bagi Praveen/Debby.


Pertandingan hari ini berjalan jauh lebih alot. Di game pertama duo ZZ sempat unggul 20-14, tapi perlahan tapi pasti PraDeb bisa memaksakan deuce. Sayangnya, game satu tetap menjadi milik duo ZZ :(
Di game ke-2, perolehan poin PraDeb dari awal selalu unggul hingga poin 12, di mana pada poin itu duo ZZ berhasil menyamakan keunggulan. Bahkan duo ZZ sempat unggul 15-13 sebelum PraDeb kembali membalikkan keadaan dan berhasil memenangkan game ini dengan skor 21-17.

Game ke-3 pun masih berjalan ketat. Kedua pasangan saling bergantian meraih poin hingga skor sama di angka 19. Setelah itu, mungkin karena kurang tenang, Praveen gagal mengembalikan shuttlecock dari Zhang Nan sehingga menjadikan match point untuk duo ZZ. PraDeb gagal menciptakan deuce seperti game pertama setelah smash dari Praveen mengenai net. Skor akhir 21-19 untuk kemenangan duo ZZ.

Tapi bagaimana pun, kita layak mengapresiasi perjuangan PraDeb BL. Mereka sudah berjuang mati-matian, tapi memang keberuntungan masih berpihak pada ganda no.1 Dunia ini. Kita doakan semoga kekalahan ini tidak menimpa wakil Indonesia lainnya.

Thursday, November 19, 2015

Putaran Pertama Hong Kong Open Diwarnai Kejutan

Nozomi Okuhara.
Sumber: BWF
Juara Tunggal Putri kejuaraan China SSP pekan lalu tersingkir di putaran pertama Hong Kong Open. Li Xueri, yang jarang sekali mengalami kekalahan di putaran pertama menyerah dua game langsung di tangan atlet Negeri Sakura, Nozomi Okuhara dengan skor 19-21, 9-21. Dan kekalahan dramatis ini menjadikan posisinya tetap di bawah Wang Shixian and Wang Yihan dalam perebutan tiket menuju Final Super Series yang akan diselenggarakan di Dubai.

Nozomi sendiri, saat ditanya terkait kemenangan mudahnya atas mantan ranking 1 Dunia ini, mengatakan senang bisa memenangkan pertandingan hari ini tapi bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan karena Li Xueri hari ini bermain tidak dalam performa biasanya.

Di sektor Tunggal Putra, unggulan kedua Jan O Jorgensen (Denmark), gagal melaju ke putaran kedua setelah kalah 15-21, 19-21 dari pemain China, Wang Zhengming. Selain Jorgensen, Kidambi Srikanth, yang tahun lalu merupakan semi-finalis kejuaraan ini, juga gagal melaju dan harus bersiap mengubur impiannya untuk lolos ke Dubai setelah kalah rubber game 16-21, 21-15, 22-24 dari pemain China lainnya, Tian Houwei dan ini adalah kekalahannya yang ke-5 dari 5 pertemuannya dengan Tian Houwei.

Kevin/Gideon Melaju

Kevin/Gideon
Sumber: BWF
Pasangan ganda putra muda Indonesia ini juga berhasil membuat kejutan di putaran pertama kejuaraan Hong Kong Open dengan mengandaskan unggulan ke-7, Liu Xiaolong/Qiu Zihan. Ganda putra yang baru dipasangkan bulan Maret awal tahun ini sangat mendominasi pertandingan. Sebenarnya Kevin/Gideon bisa menang straight game tapi permainan netting cantik dari Liu Xiaolong/Qiu Zihan sempat menunda kemenangan mereka. Di game ketiga, Kevin/Gideon bermain lebih berani dan menang mudah 21-19 21-23 21-8.

Tuesday, November 17, 2015

[Video] China Open Super Series Premier 2015

Edisi hari ini badminfo akan memposting video-video pertandingan yang layak ditonton selama ajang Kejuaraan China Open Super Series Premier.

Cekidot BL ya!!

R32 [XD] Ko Sung Hyun/Kim Ha Na vs Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth

R32 [XD]FUCHS/MICHELS vs Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

R32 [MD] AHSAN/SETIAWAN vs Mads CONRAD-PETERSEN/Mads Pieler KOLDING

R16 [MD] Mohammad AHSAN/Hendra SETIAWAN vs WANG Yilv/ZHANG Wen

R16 [MD] LEE Yong Dae/YOO Yeon Seong vs LI Junhui/LIU Yuchen

SF [MS] LIN Dan vs LEE Chong Wei

Final [WD] Misaki MATSUTOMO/Ayaka TAKAHASHI vs TANG Yuanting/YU Yang

Final [XD] ZHANG Nan/ZHAO Yunlei vs NIELSEN/PEDERSEN

Final [WS] Saina NEHWAL vs LI Xuerui

Final [MS] CHEN Long vs LEE Chong Wei

Final [MD] CHAI Biao/HONG Wei vs KIM Gi Jung/KIM Sa Rang


Catatan: Instal add-on ProxTube jika diblok waktu membuka video-video di atas. Happy watching!!!

Monday, November 16, 2015

Final China SSP: Amazing Lee Chong Wei

Sumber: Badminton Photo
Usai sudah ajang kejuaraan China SSP tahun ini. China masih menunjukkan dominasinya dengan merebut 3 gelar dalam turnamen yang memperebutkan hadiah USD 700.000 ini. Sedangkan 2 gelar lainnya menjadi miliki Malaysia dan Korea.

Tang Yuanting/Yu Yang menyumbangkan gelar pertama bagi China setelah bermain ketat rubber game melawan unggulan 1 asal negeri Tirai Bambu, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, dengan skor 18-21, 21-13, 21-12.

Berikutnya, giliran sejoli Zhang Nan/Zhao Yunlei yang berhasil menyudahi perlawanan ganda asal Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, lagi-lagi dalam permain rubber game, 21-19, 17-21, 21-19. Di game penentuan, pertandingan berlangsung sangat alot hingga poin 19-19, tapi kemudian duo ZZ berhasil meraih 2 poin beruntun dan memenangkan turnamen ini.

Pertandingan berikutnya adalah sektor tunggal putri, di mana si Kuda Hitam Li Xuerui berhadapan dengan Saina Nehwal asal India. Meskipun kalah di game pertama dengan cukup mudah, sebenarnya Saina memiliki kesempatan untuk mencuri game ke-2 setelah sempat unggul 6 poin dari Li Xueuri. Tapi dengan keuletannya, Li Xueuri berhasil meraih 7 poin beruntun sehingga kembali memimpin perolehan poin dan memenangkan game ke-2 dengan skor 21-15.


Partai ke-empat adalah partai antara Lee Chong Wei dan Chen Long. Mungkin kebanyakan BL menebak Chen Long yang akan jadi juaranya. Hal ini cukup beralasan, mengingat rekor head-to-headnya yang unggul 15-9 melawan Lee Chong Wei. Selain itu, performa Lee Chong Wei belakangan ini menunjukkan penurunan sehingga yang mulia Li Yongbo sesumbar bahwa Lee Chong Wei tidak akan berhasil mengalahkan Chen Long. Tapi Chong Wei berhasil membuktikan bahwa dia masih bisa membungkam Chen Long. Haixia Olympic Sports Center menjadi saksinya. Chen Long dipermalukan di depan pendukungnya dalam 2 game langsung, 21-15, 21-11.

Partai ke-lima juga gagal menjadi milik China setelah ganda putra Korea, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang berhasil menyudahi perlawanan Chai Biao/Hong Wei, dalam straight game, 21-13, 21-19.

Sunday, November 15, 2015

Akhirnya, 1 Gelar dan 2 Runner Up dari Ajang Malaysia International Challenge


Sumber: BAM
Akhirnya, angin segar berhembus dari Malaysia. Setelah beberapa minggu terakhir kita harus menelan pil pahit kekalahan demi kekalahan yang dialami atlet kita, kabar menyenangkan datang dari ajang Malaysia International Challenge.

Di ajang yang digelar di ALOR SETAR, Malaysia ini, Indonesia berhasil menempatkan 3 wakilnya di final. Hafiz Faisal/Shella Devi Aulia di sektor Ganda Campuran, Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari di sektor Ganda Putri dan Dinar Dyah Ayustine di sektor Tunggal Putri. Dan dari ketiga wakil ini, Indonesia berhasil meraih satu gelar dan 2 runner up.
 
Turun di partai pertama melawan pasangan Thailand yang sudah cukup berpengalaman, Bodin Issara/Savitree Amitrapa, Hafiz Faisal/Shella Devi Aulia gagal menampilkan performa terbaiknya. Pasangan ganda campuran Indonesia yang dalam ajang ini merupakan unggulan ke-4 menyerah cukup mudah dengan skor 13-21, 6-21 dalam waktu 29 menit dan harus puas menjadi runner up.

Partai berikutnya adalah partai ganda putri, Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari melawan ganda Thailand, Chaladchalam Chayanit/Phataimas Muenwong. Pertandingan pertama berlangsung cukup alot tapi dengan kesabarannya, akhirnya Della/Rosyita berhasil memenangkan game pertama dengan skor 21-18. Di game ke-2, ganda Indonesia ini semakin percaya diri dan mampu menaklukkan unggulan 1 turnamen ini dengan skor 21-12. Selamat atas kemenangan Della/Rosyita. Semoga kemenangan ini menjadi pembuka kemenangan-kemenangan dalam turnamen berikutnya. 
Sedangkan Dinar Dyah Ayustine yang bermain tepat setelah partai ganda puti, tidak bisa berbuat banyak melawan unggulan ke-4 asal negara tetangga, Singapura, Xiaoyu Liang. Dinar menyerah dengan skor 11-21, 13-21 dalam waktu 34 menit dan juga harus puas menjadi runner up.